The Cursed Diary: Renata’s Log

picsart_11-07-07-07-56

11 November 2016

Halo, ini Renata.

Aku tidak tahu sejak kapan lembar kosong terkutuk ini sampai kepadaku, sejauh yang aku tahu lembar ini wajib diisi. Itu saja.

Dan, terimakasih untuk Alyss—entah siapa—itu, karena berhasil membuatku menulis buku harian lagi setelah sekian lama. Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku menulis buku harian, mungkin lima belas tahun yang lalu saat bibiku menghadiahkan sebuah buku harian bergembok dengan warna kuning menyala yang menggemaskan–itu dulu, kalau sekarang bagiku warna begitu jelas memalukan.

Hari ini biasa saja, tidak terlalu buruk jika saja hujan tidak berhenti mengguyur semalaman.

Bukannya aku tidak suka hujan, bohong kalau aku bilang demikian. Hanya saja, rasa sukaku terhadap hujan tak lagi sebesar dulu, saat aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas; saat aku masih dapat melihat Samudra. Karena sekarang, tidak ada yang bisa kuajak hujan-hujanan lagi. Tidak seru.

Aku menghabiskan waktuku sepanjang hari ini seperti biasa layaknya orang normal lainnya; bekerja, merusuh di percakapan grup, hang-out bersama teman-temanku, bercengkrama dengan keluarga, mandi dua kali sehari (tiga kali jika dibutuhkan), dan makan lima hingga enam kali dalam sehari—anulir saja yang terakhir jika kauanggap hal itu tidak normal.

Hidupku tidak membosankan, tentu saja. Aku punya banyak teman, mulai dari teman dari masa taman kanak-kanak hingga kuliah pun semuanya masih berteman baik, meski kadar kedekatannya sedikit berkurang massanya. Teman akan datang dan tenggelam, bukan? Kamu pun demikian.

Ibuku bilang aku menarik, tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan teman. Kalau kata teman-temanku, aku begitu positif, humoris dan ceria–membuat mereka nyaman.

Cukup. Jangan dilanjutkan. Nanti kepalaku jadi besar.

Begitulah… tidak menarik, bukan?

Memangnya apa menariknya gadis biasa-biasa saja macam aku ini?

Hanya saja di balik semua itu, sesungguh aku merasa sedikit… eum, kesepian. Iya, katakanlah begitu. Aku merasa begitu sepi, sunyi dan sendirian meski berada di tengah ingar-bingar bersama dengan sekumpulan teman-teman yang baik dan menyenangkan.

Aku merasa kehilangan, juga merindu.

Akan Samudra.

.

.

.

Sudah, ya? Apa sudah boleh kulempar sembarangan diary kurang ajar ini?

Advertisements

13 thoughts on “The Cursed Diary: Renata’s Log

  1. Kok mb ren jahat, nanti kalau dilempar sembarangan sampe mz samudra taunrasa loh, ditenggelamkan kamu ke pelukannya/gak/ dan makasih banget mamih mau ikut gatau ini proyek gamutu aku sama lat (maippo dibuang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s