PERHATIKAN MEIRLYN

PERHATIKAN MEIRLYN | siluetjuliet’s present | cast: Park Chanyeol (EXO), Cho Kyuhyun (Suju) and OC

oneshoot ±1300w | genre: romance| rating : PG-15

Rules: no plagiarism !

Inspired by: a song from my favorite local band

Dedicated for beloved sister, meirlyn.

.

Kalian.

(n.) yang aku relakan saling jatuh cinta, sementara biar aku yang patah hati.

.

.

Perhatikan meirlyn.

Bisakah sedikit saja kau berikan perhatian pada gadis kesayanganku, meirlyn.

Jika kau tidak mampu, maka jangan membuatnya jatuh cinta.

.

“Apa kau baik-baik saja?”. Tanyaku pada meirlyn yang tiba-tiba datang mendaratkan pantatnya pada sofa kesukaanku. Alih-alih menjawab pertanyaanku, gadis itu malah merampas kasar sebungkus snack yang sedang kunikmati.

“Lyn..”

“Jangan berisik tonton saja filmnya!”. Gadis itu menolak untuk memberikan sedikit atensinya padaku. Matanya tetap melekat pada layar televisi di hadapan kami.

Kesal. Kutekan tombol off pada remote televisi yang ku genggam.

Kuraih kedua pundak meirlyn dan memutar tubuhnya ke arahku, meski ia tetap saja memalingkan wajahnya.

“Dia mengacuhkanmu lagi?”.

Meirlyn bungkam sejamang, kilatan samar pada pelupuk matanya mulai terlihat.

“Baiklah”. Aku menyerah, melepaskan tanganku dari pundaknya kemudian mengarahkan pandangan kembali pada layar televisi yang sudah kunyalakan, serta mengeraskan volume suaranya.

Memberikan waktu padanya untuk terisak.

.

Menyesap green tea hangat sembari memandangi gerimis dari balik kaca di kedai langganan merupakan salah satu hal yang kusukai. Namun, tetap saja ada hal yang lebih kusukai daripada itu, yakni berada disisi meirlyn.

Seperti saat ini.

Aku dan meirlyn tengah menikmati green tea di kedai favorit kami. Biasanya, meirlyn akan menggerutu jika aku mengajaknya pergi ketika hujan sedang turun.

Namun, kali ini meirlyn berbeda. Ia begitu penurut, namun sayangnya aku rindu celotehan riangnya maupun keluhan kesalnya.

Sudah beberapa menit ia terdiam sembari menatap langit yang sedang menangis. Entah sejak kapan ia bertransformasi  jadi gadis yang pendiam. –hey lyn. Kau tau kan, gadis pendiam bukanlah tipe gadis yang kusukai.

Tapi, terserah kau sajalah. Kau juga tau dengan pasti kalau aku akan tetap menyukaimu walau kau berubah menjadi drakula sekalipun.

Tanganku tergelitik untuk meraih beberapa helai rambut yang menjuntai menutupi wajah sendunya. Meirlyn terkejut ketika aku menyibakkan rambutnya ke belakang  telinga.

Perhatiannya tak lagi berada pada awan-awan mendung saat ini, sehingga aku dapat menatap irisnya dengan leluasa.

“Mau sampai kapan kau memasang wajah sedih begitu?” Tanyaku memecah hening.

Meirlyn menjawab ragu. “Mm.. sampai kyuhyun oppa menghubungiku”.

Aku memutar bola mataku keatas, tanda bahwa aku jengah.

“Kalau begitu, kenapa tidak menghubunginya duluan?”

Meirlyn melipat kedua tangannya di depan dada, mengalihkan pandang. “tidak mau–“

“ –harusnya, lelaki yang terlebih dahulu menghubungi perempuan”. Tandasnya.

Aku terkekeh. “Memangnya apa salahnya sih? –toh, kalian juga sudah menjadi sepasang kekasih”

Meirlyn menggeleng tegas, membuatku gemas hingga jemariku berlari mengacak rambutnya liar membuat meirlyn mengerucutkan bibirnya.

“Kau keras kepala sekali sih”. Ujarku sembari menyisipkan tawa.

Jemari meirlyn bergeras menyisir ruas-ruas surainya yang berantakan, mukanya berubah sendu.

“Aku hanya ingin dapat sedikit perhatian darinya, apa aku salah chanyeol-ah?” Aku meneguk saliva mendengar penuturannya. Menyadari sesuatu, bahwa gadis kesayanganku telah benar-benar jatuh hati pada seorang pria, untuk pertama kalinya.

.

Aku mengenalnya, menghabiskan hampir seluruh waktu hidupku bersamanya. Gadis itu, telah menjadi gadis favorit nomor dua dalam hidupku setelah ibu. parasnya yang manis, tubuh mungilnya yang membuatnya terlihat lemah membuatku selalu ingin menjaganya.

Aku sudah cukup sering bermain pura-pura dengannya.

Berpura-pura tidak melihat saat ia terjatuh dari sepeda dan rok sekolahnya terbuka dan memperlihatkan celana dalam ultraman yang dikenakannya.

Berpura-pura tidak tahu apa-apa ketika ia mencuri buku tugasku yang mengakibatkan hukuman piket dua minggu di sekolah.

Berpura-pura tidak mendengar jika ia sedang menangis.

Tapi kali ini aku tak yakin jika aku mampu berpura-pura lagi. Aku tak yakin bisa berpura-pura untuk tidak terluka.

.

Aku sangat menyukai meirlyn. Bahkan, sejak lahir aku merasa aku sudah ditakdirkan untuk melindunginya.

Pada usia lima tahun aku mendeklarasikan diri untuk menjadi pelindungnya. Memarahi anak-anak yang berusaha meminta bekal makanannya di taman bermain. Tentu saja, aku hanya ingin meirlyn mendapat asupan makanan yang cukup agar ia dapat tumbuh dengan baik.

Pada usia kami yang sepuluh, aku mendeklarasikan diriku untuk menjadi sopir pribadinya. Dengan bermodal –sepeda gunung yang dihadiahkan padaku karena mendapat peringkat satu di kelas, aku selalu setia mengantar-jemput gadis kesayanganku, meirlyn.

Pada usia lima belas, aku mendeklarasikan diriku untuk menjadi pendampingnya. Aku selalu menatap galak pada setiap pria yang berusaha mendekati meirlyn. Tidak, aku sungguh tidak membayangkan meirlyn jatuh ke dalam pelukan lelaki lain.

Seperti pada saat ini.

Bayangan buruk yang menghantuiku kini benar-benar terjadi. Meirlyn jatuh cinta pada lelaki, yang –tentu saja– bukan diriku.

Meirlyn bukan lagi anak berusia lima tahun yang merengek saat bekal makanannya dimakan bocah lain.

Meirlyn juga bukan lagi gadis berusia sepuluh tahun yang menangis saat jatuh dari sepeda, bukan juga gadis lima belas tahun yang butuh perlindungan.

Gadis dua puluh tahun itu sudah mampu menentukan segalanya sendiri. Termasuk, kepada siapa hatinya akan ia berikan.

Gadisku sudah beranjak dewasa dan semakin cantik.

Aku masih sangat ingat bagaimana pipi tirus itu menorehkan warna merah jambu yang senada dengan warna gincu yang terpoles di bibirnya kala bertemu dengan pemuda itu–cho kyuhyun.

Masih terekam jelas di memoriku bagaimana ia melonjak girang kala pria yang ditaksirnya mengajaknya kencan.

Tiap-tiap hari, telingaku tak pernah luput mendengarkan celotehannya mengenai betapa baiknya pria yang bernama cho kyuhyun itu, betapa bangganya seorang gadis bernama meirlyn memiliki kekasih setampan cho kyuhyun yang notabene­ seorang member boyband yang sangat digilai gadis-gadis di seluruh penjuru dunia.

Tapi ada satu hal yang membuatku tak paham.

Mengapa cinta bisa menimbulkan perasaan bahagia sekaligus sedih dalam waktu yang bersamaan.

Jika memang cinta itu bekerja sangat luar biasa hebat, mengapa terasa sakit saat orang yang kau sayangi menyukai orang lain. Bahkan terasa jauh lebih sakit, ketika melihat orang yang kau sayangi terluka?

Satu-satunya alasan mengapa aku mampu merelakan gadis favoritku pada seorang pria yang bernama cho kyuhyun itu adalah karena aku tahu, bahwa kyuhyun sangat mencintai meirlyn. Dan aku tau, dialah pria yang tepat untuk meirlyn.

Sempat keyakinanku goyah kala melihat gurat kesedihan pada raut wajah meirlyn ketika kekasihnya tidak memberikan perhatian sebanyak yang ia harapkan.

Tapi, ­–oh.. ayolah meirlyn!

Aku berani bertaruh, sekalipun kesibukannya mengusik hubungan kalian, kau akan tetap menyukainya bukan?

Kau tau kan, tebakanku selalu benar.

.

Aku mengetuk kaca jendela dengan ujung telunjukku sembari mengedip pada meirlyn, mengisyaratkan bahwa lelaki yang sangat ia rindukan tengah berada di depan kedai, menggenggam se-bucket mawar merah.

Lelaki itu tesenyum hangat. Aku memberi kode padanya untuk segera masuk ke dalam kedai.

Bertepatan dengan langkah kaki kyuhyun memasuki kedai, aku beringsut dari kursiku. Beranjak pergi dari sana.

.

Tidak.

Aku tidak benar-benar pergi dari sana.

Aku masih memperhatikan segalanya, dari bawah pohon mangga dengan jarak pandang yang menipis karena gerimis serta jarak yang lumayan jauh dari kedai.

Tetap saja, aku khawatir pada gadis kesayanganku itu.

Ketika aku melihat mereka berpelukan, kuputuskan untuk menghentikan pengintaianku. Mereka sudah berbaikan, segalanya akan baik-baik saja.

Bertepatan dengan niatanku untuk pergi dari tempatku berpijak, telepon genggamku bordering.

Meirlyn?

Tampak meirlyn dibalik kaca kedai sedang memegang telepon genggamnya sambil menatapku dan mengisyaratkan agar aku mengangkat panggilan darinya.

“Sedang apa kau disana?”

Alih-alih menjawab pertanyaan meirlyn yang berada di ujung sambungan telepon yang lain, aku malah menggosok tengkukku yang sebenarnya tidak terasa gatal.

“BERHENTILAH MENGINTIPKU KENCAN!”

“Berisik! Aku juga tidak sudi melihatmu berkencan. Kencanmu payah lyn!” ujarku sembari menjulurkan lidahku.

“Kuperingatkan padamu, panggil aku noona! Jika tidak, aku bersumpah akan membuatmu membersihkan kamar mandi selama sebulan!”

“Tidak mau!” Kuputuskan sambungan telepon dengan kasar.

Memangnya kenapa? Dia hanya keluar beberapa detik lebih cepat dari perut ibuku, mengapa aku harus memanggilnya noona. Dasar gadis penuntut!

Ditengah guyuran gerimis dan buruknya suasana hatiku, sebuah tangan mencoba menautkan jemari-jemari lentiknya pada jariku.

 Oh, rupanya kekasihku –mima.

Ia datang membawa payung dengan dress selutut yang membuatnya tampak anggun dan menawan.

“Sudah lama menunggu?” Mima bertanya sembari mengulas senyum pada bibir yang dipoles merah.

“tentu saja tidak”. Kurengkuh tubuh mungil gadisku. Mendekapnya dalam pelukanku hingga membuat payung yang dipegangnya jatuh terjungkal. Mima terkejut.

Aku tergelitik melihatnya matanya yang membulat akibat pelukan tiba-tiba yang kuciptakan.

Kuraih bibir yang terpoles merah milik mima, untuk kutautkan dengan milikku. Aku bertaruh, kali ini aku membuat mima terkejut dua kali lipat. Mencium bibir kekasihmu ditengah guyuran gerimis ditemani suara air bergemericik bukanlah ide yang buruk.

Sudah kubilang, kencanmu payah park meirlyn!

 

-end-

 

Advertisements

4 thoughts on “PERHATIKAN MEIRLYN

  1. hahahaha cooo cweeet aq kira chanyoel cinta bertepuk sebelah tangan ternyata sodaraan toch kwkwkwkw … like thor next story yakkk 😀 😀 😀

  2. weleh ak juga mau kaya meirlyn heung aku jujur di exo paling suka sama chanyeol soalnya dIA AGAK MIRIP SM KYUHYUN HAHAHAHAHAHHAHAHA #curhat dulu kan soalnya waktu exo mau debut (atau baru debut ya? pokoknya sekitar itu) kan banyak yang bilang kalo chanyeol mirip sm kyuhyun aplg kalo ketawa hihihi q mau pingsan. jadi deh kemakan sampe skrg hahahahhaha. dan kalo aku jadi meirlyn duh X))
    btw, ini plot twistnya mantep haahahahahhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s