Short Term Memories

SHORT TERM MEMORIES

  • Author : Rebeccabbx
  • Main Character : YOU, Min Yoongi (BTS), Kim Namjoon (BTS).
  • Genre : Romance, sad, hurt.
  • Rating : G
  • Rules : no plagiarism !
  • Disclaimer : murni keluar dari otak yang tiba-tiba ngebayangin gimana rasanya punya pacar yang pelupa, tapi akut. Ngelupainnya kebangetan, ngelupain kita tiap hari. Gimana cobak rasanya? Entah, maka dari itu daku curahkan segenap perasaan yang tertumpah dalam fanfic edisi ini, lol. Haha.. enjoy the dish!
  • Summary : otaknya boleh saja melupakanmu setiap hari, tapi tidak dengan hatinya. 

***********************

Kau menopang dagu, memandang lekat pada kedua bola mata pria yang saat ini sedang duduk dihadapanmu.

“apa kau benar-benar tidak ingat?”. Kau terus bertanya, mendesak sebuah jawaban yang pasti akan terlontar keluar darinya, namun harapanmu meluap lepas kala bibirnya masih saja mengatup bungkam.

Kau tak pernah lelah menyerah menanyakan pertanyaan yang sama untuk yang kesekian ribu kalinya. Memandangnya lekat sembari berharap ia takkan lagi acuh pada eksistensimu walau hanya untuk sejenak.

Tapi dia tidak.

Alih-alih membalas tatapanmu, ia malah berkutat dengan posisinya. Menyikukan lehernya dan membaca diktat yang berada di atas mejanya. Kau, bukanlah hal yang pantas dipedulikan baginya..

Tapi tidak denganmu, kau justru semakin menggila untuk mendapatkan perhatiannya.

Kau mulai meraih lengannya lembut. “yoongi-ah”

Tampaknya kau berhasil, perhatiannya mulai beralih dari diktatnya. Ia menatapmu.

Kau beku, bisu sejamang.

Ia terus memandangmu, kau terlebih lagi.

Sudut bibirmu tertarik keatas tanpa paksa. Hal yang lumrah kau lakukan setiap kali kau menatap wajahnya utuh secara dekat seperti saat ini.

Hembusan nafas beraroma herbal dari pasta gigi yang ia pakai, kini menusuk rongga hidungmu. Membuatmu sesak dan merasa ingin menghentikan waktu, membiarkan dirimu tetap larut dalam pesonanya.

Hatimu bergetar hebat, tapi kau tak yakin dia juga merasakan hal yang sama.

Karena, sejenak kemudian, ia mengalihkan pandangannya pada namjoon yang kini berjalan kearahmu, dan mendudukkan bangku di sisimu dengan sangat tidak sopan.

Dan satu kalimat dari namjoon memecah hening yang memeluk jiwamu. “kalian sedang apa?”

Sementara kau menatap kesal pada namjoon, pria yang kausukai tetap tak bergeming.

“namjoon-ah, apa dia pacarmu?”. Tanyanya pada namjoon sembari melirik singkat padamu tanpa arti.

“bukan”. Namjoon menggeleng. “kenapa? Apa kau menyukainya?”. Tanya namjoon menelisik.

Pria yang ditanyai menyudutkan salah satu sisi bibirnya, tatapannya mengintimidasimu. Ia memundurkan kursinya untuk berdiri lalu menjawab pertanyaan yang ditujukan padanya barusan.

“tidak.aku tidak suka dia, dia menyebalkan! –”.

Ia menambahkan sedikit kalimat sebelum ia pergi.

“ –dan kau gadis aneh, berhentilah menguntitku!”

Kalimatnya merajam jantungmu. Dia melengos pergi, sementara kau berjuang untuk menyelamatkan hatimu yang tersayat habis.

Kau tak berarti apa-apa untuknya, sementara ia berarti segalanya untukmu. Tidak adil!

Namjoon mengusap punggungmu.

“kau tidak lelah, menanyainya setiap hari?”

Matamu berbinar tegar, memberikan jawaban lantang pada namjoon.

“tidak!”

“tapi dia akan terus melupakanmu”

“dan aku akan terus mengingatkannya namjoon, kau tahu kan!”

Namjoon menghela nafas lega. “baguslah”

Dahimu mengernyit. Namjoon tersenyum simpul.

“jangan pernah menyerah untuknya”. Namjoon menepuk pundakmu. “kau tau kan, dia akan melupakanmu lagi esok hari”

Kau menunduk, memutuskan untuk tidak menyerah ternyata sangat sulit untukmu, mengingat perlakuan yang baru saja pria itu lakukan padamu.

“aku tau…”

“jangan sedih begitu –“

“–dia memang akan melupakan segalanya esok hari. Namamu, cinta kalian, apa yang kalian lakukan bersama, apa yang kau beri untuknya, tapi.. sesungguhnya, hatinya tidak pernah lupa untuk mencintaimu”

“apa maksudmu?”

“dia akan selalu bangun di pagi hari dengan hati yang mencintaimu, percayalah padaku”

kau merasa namjoon mengatakan seribu kalimat indah hanya untuk menghiburmu semata, tapi ketika kau melihat pria itu disana, berdiri di depan pintu menatapmu dan tersenyum hangat padamu, saat itulah kau tau bahwa namjoon benar.

Benar, ia akan terus melupakanmu hari demi hari karena memori jangka pendek yang dideritanya.

yang perlu kau lakukan hanyalah mengingatnya setiap hari. Menciptakan memori-memori baru untuk otaknya, berjuang untuknya setiap hari.

Karna, otaknya boleh saja melupakanmu, tapi tidak dengan hatinya.

yoongi-ah, ayo makan siang bersama!”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s