waiting in vain

Waiting in vain

    • Author : Rebeccabbx
    • Cast : Yuri (SNSD)

 

  • Genre : Hurt, Comfort
  • Rating : PG +15, AU.
  • Rules : no plagiarism !

 

 

  • Disclaimer : ini hasil ngegalau semalaman.. jadinya, nyampah di wordpress.. maaf ya atas typo yang bertebaran di sana sini, maklum.. ngetik langsung di hape, mana hapenya kurang canggih.. kipetnya kecil2 sedangkan nih jempol segede gaban.. jadi, harap maklum yee pemirsah.. silahkan dinikmati šŸ™‚

 

 

Prolog : jangan menunggu lagi!

 

Jangan menunggu lagi!

kalimat menyakitkan itu datang kembali untuk ke sekian kalinya. kali ini bukan dari bibir keriput milik ibuku, bukan pula dari bibir mungil adikku, ataupun dari bibir indah teman-temanku.

bukan..

kalimat busuk itu keluar dari bibirku sendiri yang saat sedang berdiri lunglai di depan cermin, merutuki diri.

buliran-buliran iluh mengalir deras dari pelupuk mataku seiring bibirku mengucap kalimat busuk yang kuharap dapat menjadi mantra yang ampuh yang dapat kulakukan setelah ini.

pada kenyataannya, aku tidak bisa.

berapa kalipun kuucapkan, sebanyak apapun aku mendoktrin kinerja otakku untuk berhenti menunggunya.. aku selalu gagal.

otak, dan bibirku selalu tidak bisa bekerjasama dengan hatiku.

pada kenyataannya aku tetap menunggunya, -hatiku lebih tepatnya

tidak pernah sedetikpun aku berhenti memikirkannya, sekalipun aku menginginkannya.

bukan salah siapa-siapa

bukan salahnya jika ia mendadak menghilang dari kehidupanku, tanpa pemberitahuan ataupun ucapan perpisahan.

bukan salahnya, jika ia tak membalas satupun pesan yang kukirimkan padanya meskipun aku mengiba.

bukan salahnya, jika mungkin ia di suatu tempat yang tidak pernah kuketahui pada akhirnya telah berpaling.

bukan salahnya, karna aku yang mencintainya.

bukan salahku juga…

bukan salahku jika otakku terlalu giat merekam setiap serpihan kenanganku bersamanya

bukan salahku jika aku mengiba, memintanya untuk menghiraukanku sekali saja karna aku masih menginginkannya berada disisiku.

bukan salahku, karna aku yang mencintainya.

bukan pula salah mereka…

bukan salah mereka yang selalu mendorongku untuk melupakannya. meracuniku dengan beragam umpatan yang di alamatkan pada lelakiku.

bukan salah mereka jika mereka berjuang agar aku melupakannya dengan mengenalkanku pada pria-pria yang baik di sekeliling mereka sekalipun aku tidak bergeming, dan tidak berubah pendirian sedikitpun.

bukan salah mereka, karna aku yang mencintainya.

lalu, salah siapa?

haruskan kusalahkan takdir yang mempertemukanku dengannya, yang dengan tega pula membuatnya menghilang sekejap bagaikan debu yang tertiup angin.

haruskah kusalahkan bumi tempatku berpijak. Dimana kami bertemu di bawah langit yang sama diantara jarak yang tak terelakkan.

haruskah kusalahkan waktu, yang terlalu cepat bergulir dan hanya menyisakan jejak kenangan yang terasa manis dan pahit secara bersamaan.

tidak.

tidak ada yang salah..

apa yang terjadi, memang haruslah terjadi.

ia bilang ia mencintaiku, tidak akan meninggalkanku. Namun, jika ia ingkar itu masalahnya.

aku mencintainya, dan mempercayai segala janji yang pernah ia ikrarkan, itu masalahku.

lalu bagaimana tentang kita?

kurasa kali ini benar-benar berakhir. tidak ada lagi -kita.

yang ada hanyalah kim yuri dengan hatinya yang robek.

jadi yang bisa kulakukan sekarang hanyalah merebahkan tubuhku diatas kasur, berharap dapat meredakan kucuran iluh yabg mengalir.

sejenak kemudian kuraih telepon genggamku. mengatakan apa yang sudah seharusnya kukatakan sejak lama.

hi oppa.. aku ingin mengatakan sesuatu..
aku menyadari sesuatu saat ini, mungkin saja kau berpikir bahwa aku ini gadis yang sangat menyebalkan.
ya.. itulah aku.
dan menyesal soal itu, maaf..
jadi.. gadis yang menyebalkan ini tidak akan mengirimimu ribuan pesan lagi mulai saat ini.
hanya saja, aku berharap.. jaga kesehatanmu, dan hiduplah bahagia..
dan jika suatu saat kau ingin berbicara padaku, kapanpun itu.. kau tau bagaimana caranya menghubungiku.
coba saja, mungkin hatiku masih belum berubah, mungkin saja saat itu aku masih menginginkanmu. coba saja.
baiklah… itu saja, dan… ok bye!

dengan menekan tombol send pada layar telepon genggamku, apakah itu berarti aku menyerah?

menyerah untuk mencintainya? tidak.

menyerah dan berhenti menunggunya? aku rasa juga tidak.

hanya saja aku menyerahkan diriku pada keadaan. aku tidak ingin berjuang lagi.

entah itu berjuang untuk menunggunya, ataupun berjuang untuk melupakannya.

tidak.. aku benar-benar tidak ingin berjuang lagi.

orang bilang, waktu akan menyembuhkan semuanya.

kita lihat saja nanti.

kita lihat saja apakah waktu bisa meelakukan hal ajaib itu dalam hidupku.

aku masih yuri yang sama.

kwon yuri yang mencintainya.

tapi tidak dengan kwon yuri yang mengiba. Aku bukan lagi gadis seperti itu.

dalam suatu hal tertentu, senyum pahitku sudah menjadi kebiasaan yang mengikis lelahku tanpa kusadari.

jika dia boleh bahagia, mengapa aku tidak?

aku dan dia menghabiskan waktu yang sama, berpijak di planet yang sama, menghirup oksigen yang sama, berada di bawah gumpalan awan yang sama.

maka, aku berhak merasakan bahagia juga.

dengan -ataupun tanpanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s